Masjid Al-Muhibbin

Wahai Sobat Muda, Mau dikemanakan dirimu?

Sobat muda, agama islam sangat memperhatikan masa muda, sebab masa muda adalah masa ‘dari  lemah menjadi kuat’. Allah Ta’ala berfirman:

ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺿَﻌْﻒٍ ﺛُﻢَّ ﺟَﻌَﻞَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﺿَﻌْﻒٍ ﻗُﻮَّﺓً ﺛُﻢَّ ﺟَﻌَﻞَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻗُﻮَّﺓٍ ﺿَﻌْﻔًﺎ ﻭَﺷَﻴْﺒَﺔً ۚ ﻳَﺨْﻠُﻖُ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳﺮُ
Artinya: “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”(QS. Ar Rum 54)

Sobat muda, masa muda adalah bagian dari umurmu, sedangkan umur adalah jatah hidupmu di dunia, jika habis umurmu habislah jatah hidupmu di muka bumi, Allah Ta’ala berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya: “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”(QS.al A’raf 34)

Sobat muda, manfaatkan masa mudamu dengan sebaik-baiknya, sebab masa muda adalah masa keemasan dalam fase kehidupan kita, daya ingat masih kuat, fisik kuat dan dalam perkembangan, semangat penuh gelora,  inilah kenapa Nabi mengatakan
اغتنم خمسا قبل خمس
“Gunakan yang lima sebelum datang yang lima…
Yang pertama yang Beliau ‘alaihi sholaatu wa salaam sebutkan adalah, “gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu”…, (HR. Hakim, dishohihkan oleh al Baani dalam Shohih targib wa tarhib)

Mumpung masih kuat, daya ingat belum menurun, masih semangat-semangatnya, raup segala yang bermanfaat, diantaranya menyibukkan diri dalam halaqoh taklim, atau halaqoh hifzhul qur’an,  sebelum datang masa kita sudah tidak berdaya apa-apa alias tua(pikun), atau sakit tak kunjung sembuh. Bukankah sebuah pepatah mengatakan ‘ Belajar di masa muda bagaikan melukis di atas batu’?

Sobat muda, jika kita tumbuh dalam ketaatan, padahal kita berada pada fase pancaroba, istilah orang ‘masa di mana orang mencari jati diri’, godaan untuk mencoba hal-hal baru yang bermuara pada lautan dosa sangat kuat, tapi jika sobat muda tetap bertahan pada ketaan maka itu luar biasa dan pasti janji Nabi untuk sobat muda yang tumbuh dalam peribadatan padaNya akan diraih, Nabi Shollallah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:” Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naunganNya, yang kedua dari yang tujuh itu adalah ‘ seorang pemuda yang tumbuh berkembang dalam peribadatan pada Allah’…(HR. Bukhari, Muslim)
Al Qasthalani berkata:” Karena ibadah (di saat umur muda) sangat sulit disebabkan nafsu syahwat yang domiman (berpengaruh) dan besarnya dorongan untuk mentaati hawa nafsu, maka komitmen beribadah di saat itu sangat susah dan (berarti) lebih menunjukkan kecendrungan atas takwa”. (Irsyadussari li syarh shohihil Bukhari Vol. 2 Hal. 32)

Sobat muda, masa depan agama ini ada di tangan anda, peran pemuda dalam menjaga agama ini tetap eksis sangat diharapkan, musuh-musuh islam mengerti bahwa jayanya islam pada masa akan datang ada di tangan para pemuda, jika pemuda hari ini hancur maka bertanda hancur agama ini di masa datang. Sejarah mencatat bagaimana peran pemuda dalam menyebarkan islam ke seluruh penjuru alam, lihat bagaimana Mush’ab Bin ‘Umair r.anhu dipercaya Nabi berdakwah di Kota Yatsrib yang kelak menjadi Kota Nabi ‘Madinah anNabawiyah, yakni sebelum Nabi berhijrah ke kota tersebut. Sahabat Ali Bin Abi Thalib yang masih belia punya andil dalam memperjuangkan islam, masa mudanya dipertaruhkan untuk kejayaan islam. Sejarah mencatat bahwa seruan dakwah awalnya disambut oleh kebanyakan para kalangan muda dan dicuekin oleh kebanyakan para kalangan tua.

Sobat muda, masa muda akan ditanyakan pemanfaatannya di akhirat kelak, sebab masa muda adalah nikmat yang bisa mengantarkan ke pada nikmat yang terbesar di akhirat kelak, jika dihabiskan dalam ke ta’atan, dan bisa menjadi musibah yang terbesar jika dihabiskan dalam kemaksiatan, olehnya setiap orang yang pernah merasakan masa muda kelak akan ditanya sejauh mana ia menghabiskan masa mudanya, dalam Mu’jam ashshogir, hadits yang ke -760, Rasul Allah Shollallah ‘alaihi Wa Sallam bersabda:” Tidak akan bergeser dua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya lima perkara”, dan diantara yang beliau sebutkan adalah ‘Tentang masa mudanya pada apa dia habiskan’…..( HR. Thabrani)

Sobat muda, jangan sia-siakan waktu terbuang begitu saja, banyak orang tertipu dengan waktu dan kesehatan yang ada padanya, semestinya kesehatan dan kesempatan itu digunakan untuk mentaati perintah Allah dan menjauhi laranganNya, maka jika seorang tidak menggunakan kedua nikmat tersebut dalam ketaatan berarti dia tertipu, sebab nantinya kesehatan bisa berganti sakit dan kesempatan berganti kesibukan (yang sia-sia), Nabi bersabda:”
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
Artinya:” Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan”.(HR. Bukhari).

Sobat muda, akhir kata, ketika seorang pemuda sibuk dengan ketaatan dan tidak condong pada hawa nafsunya maka Allah pun senang dan ta’jub padanya, dalam ‘Silsilah al ahaadits Shohihah, Hadits yang ke – 2843, nabi bersabda إن ربك ليعجب للشاب لا صبوة له
Artinya:” Sungguh TuhanMu senang pada pemuda yang tidak condong pada hawa nafsunya”.

Oleh Ustadz Abdurrahman Ever

Sumber dari: http://wahdah.or.id/wahai-sobat-muda-mau-dikemanakan-dirimu/

Related posts

Hukum Percaya Benda-benda Keramat Dalam Islam

Pengurus Takmir

SENANG DIKALA SAUDARANYA TERKENA MUSIBAH

Pengurus Takmir

Hukum Wanita Melewati Kuburan

Pengurus Takmir